STUDENT WORKSHOP KERJASAMA PRODI MATEMATIKA FTIS UNPAR DAN SMAK 2 BINA BAKTI

Fakultas Teknologi Informasi dan Sains (FTIS) Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) bekerja sama dengan SMA Kristen 2 Bina Bakti menyelenggarakan Student Workshop yang merupakan rangkaian workshop yang bertujuan untuk memberikan wawasan yang lebih luas agar siswa-siswi dapat mempelajari sains dengan lebih menyenangkan. Pada hari Senin, 27 Februari 2017 Program Studi Matematika mengadakan workshop dengan topik “Dimana saya menemukan Matematika dalam kehidupan sehari-hari? (Bilangan Fibonacci, Golden Ratio dan Alam)”. Kegiatan workshop berlangsung di Ruang Auditorium Bina Bakti Jl. Bima No. 9, Bandung dan dihadiri oleh siswa-siswi IPA dan IPS kelas XI dan XII SMAK 2 Bina Bakti Program MATIUS. Materi diberikan oleh Livia Owen, M.Si., dosen Program Studi Matematika UNPAR. Topik tersebut diangkat karena sering kali ditanyakan oleh siswa-siswi ketika mereka mempelajari pelajaran Matematika. Materi dimulai dengan masalah nyata yang ada di kehidupan yaitu populasi kelinci, populasi lebah dan pertumbuhan ranting pohon yang ternyata membentuk barisan Fibonacci. Di sini siswa-siswi melalui intuisinya diajak untuk melihat pola bilangan tanpa perlu mengingat rumus-rumus yang telah dipelajari. Setelah itu, kita melihat rasio dari dua bilangan Fibonacci berurutan yang akhirnya konvergen ke suatu bilangan yang disebut Golden Ratio. Ternyata Golden Ratio ini banyak ditemukan di alam antara lain di cangkang keong, galaksi tata surya, salju, Piramida Giza, biola, DNA, tubuh manusia dan di bidang lainnya. Tidak hanya itu Golden Ratio juga dapat diaplikasikan pada masalah terkini, antara lain memprediksi nilai saham, desain banyak logo terkenal, beauty application agar foto selfie semakin menarik dan masih banyak lagi.
Setelah sesi materi, para siswa diajak untuk mengukur Golden Ratio pada wajah mereka. Leonardo Da Vinci menemukan banyak sekali Golden Ratio pada tubuh manusia, hal ini dapat menggambarkan keindahan Matematika yang ada pada tubuh manusia. Kegiatan ini diikuti para siswa dengan sangat antusias. Dari sini para siswa juga mendapat pesan bahwa manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan diciptakan sempurna, tidak ada yang disebut cantik atau cakep atau jelek. Di akhir sesi, para siswa diminta untuk mencari lagi berbagai unsur Matematika yang ada pada kehidupan sehari-hari sehingga para siswa menjadi lebih enjoy dalam mempelajari Matematika.

X