Seminar AAUI Goes to Campus

Para mahasiswa dan dosen dari Program Studi Matematika Universitas Katolik Parahyangan mengikuti acara seminar “AAUI Goes to Campus” yang bekerja sama dengan READI Project, pada 17 September 2019, yang diselenggarakan di ITB.

AAUI merupakan singkatan dari Asosiasi Asuransi Umum Indonesia. Lembaga ini menaungi seluruh perusahaan asuransi umum, baik lokal maupun internasional, yang membuka usahanya di Indonesia. Ternyata hingga tahun 2019 ini, hanya terdapat 28 FSAI (Fellow dari Persatuan Aktuaris Indonesia). Angka ini sangatlah kecil, mengingat terdapat 75 perusahaan asuransi umum yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, dunia asuransi umum masih sangat membutuhkan aktuaris yang handal untuk menangani keuangan dan risiko yang terdapat dalam bisnis asuransi.

Seminar ini menghadirkan pula beberapa praktisi seperti Bapak Dody A.S. Dalimunthe, MBA yang merupakan Direktur Eksekutif AAUI beserta Bapak Ronny Tanzil, FSAI yang merupakan Appointed Actuary dari Mandiri AXA General Insurance. Dalam seminar tersebut, keduanya memperkenalkan tentang peluang kerja aktuaris dalam dunia asuransi umum beserta dengan kiat-kiat menjadi aktuaris serta tugas dan tanggung jawab aktuaris asuransi umum.

Berbeda dengan asuransi jiwa, asuransi umum merupakan permasalahan yang kompleks. Jika dalam asuransi jiwa, terdapat tabel mortalita untuk menentukan peluang hidup seseorang. Dalam asuransi umum, tidak ada tolak ukur umum yang dapat menjadi acuan perusahaan asuransi dalam menghitung risikonya. Selain itu, produk dari asuransi umum sangatlah beragam, mulai dari asuransi kendaraaan bermotor, asuransi bencana, asuransi pertanian, asuransi yang terkait dengan cuaca, asuransi cacat/disabilitas, asuransi properti, asuransi satelit, asuransi binatang peliharaan, asuransi cybersecurity, dll.

Dalam kesempatan ini pula, program co-op/magang mulai diperkenalkan kepada para mahasiswa tingkat I hingga IV dari ITB dan UNPAR. Para pembicara menilai perlu adanya pembelajaran para mahasiswa juga di dunia kerja agar dapat bersaing dengan pekerja dari luar negeri, khususnya kelak untuk menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Generasi muda di Indonesia memerlukan hard skills (pengetahuan matematika, statistika, ekonomi, akuntansi, pemrograman, dan analisis data) serta soft skills (kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, presentasi) untuk menjadi seorang aktuaris yang handal dan piawai dalam bidangnya. Mahasiswa dapat mempraktikkan ilmu yang didapat selama kuliah dalam dunia kerja melalui program co-op/magang, tapi tentunya dengan waktu duduk di bangku mahasiswa yang lebih lama dari standar 4 tahun.

Di akhir acara, terdapat sesi tanya jawab berhadiah yang diikuti aktif oleh mahasiswa Matematika UNPAR, antara lain:

  • Anastasia Greselda (angkatan 2016)
  • Jessica Christina Tejamulya (angkatan 2016)
  • Laureen Pamela Gunawan (angkatan 2016)
  • Vheren Xhalliwang (angkatan 2016)
  • Elbert Louis (angkatan 2018)
  • Sasqia Bunga (angkatan 2018)
  • Yesuit Wongso (angkatan 2019)