Press release kolaborasi riset internasional

Title : Perubahan profil mikrobiota usus pada pasien penderita kecacingan

 

Pasien yang menderita kecacingan setelah diterapi dengan obat kecacingan namun tetap terinfeksi menunjukkan perubahan profil mikrobiota usus. Demikian temuan dalam artikel ilmiah yang ditulis oleh Ivonne Martin, dosen di Jurusan Matematika dan beberapa rekan yang dipublikasi di Jurnal PLOS Neglected Tropical Diseases 9 Agustus 2018 lalu.

Komunitas bakteri, yang secara kolektif dinamakan mikrobiom, memiliki peranan penting dalam sistem pencernaan manusia. Riset di bidang ini bertujuan untuk menemukan pola dari profil mikrobiota usus terkait dengan kondisi kesehatan, khususnya pada subjek yang menderita kecacingan (helminthiasis). Penyakit yang disebabkan oleh parasit ini masih endemik di wilayah Timur Indonesia dan menjadi penyebab defisiensi nutrisi, berbagai gejala gangguan usus, dan anemia.

Sebanyak 150 penduduk di Ende menjadi subjek penelitian ini. Pemeriksaan tinja dilakukan untuk mendeteksi status infeksi dari subjek dan ekstraksi DNA bakteri untuk memperoleh profil mikrobiota usus.  Hasil studi menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan profil mikrobiota usus pada subjek yang terinfeksi maupun yang tidak terinfeksi. Temuan menariknya adalah terdapat perbedaan profil mikrobiota usus pada subjek yang terinfeksi dan tetap terinfeksi setelah pemberian obat kecacingan. Ini mengindikasikan adanya mekanisme parasit untuk bertahan hidup yang kemudian mengubah komposisi microbiota usus. Studi lanjut perlu menyelidiki tentang hal ini.

Data mikrobiom memiliki struktur korelasi yang kompleks. Metoda statistika yang digunakan dalam beberapa analisis data mikrobiom cenderung mengabaikan fitur ini. Akibatnya terdapat bias dalam menyimpulkan hasil analisis. Dalam riset kali ini, data mikrobiom dianalisis dengan metoda multivariat yang mempertimbangkan struktur korelasi dalam data. Penelitian ini menunjukkan bahwa metoda statistika untuk keperluan analisis data mikrobiom perlu dikembangkan untuk data yang diobservasi berulang.

Artikel ilmiah ini merupakan hasil kolaborasi riset international antara Jurusan Matematika Universitas Katolik Parahyangan dengan School of Mathematics, University of Leeds dan beberapa institusi biomedis di antaranya Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Department of Parasitology Leiden University Medical Centre, dan McDonnel Genome Institute at Washington University. Artikel dapat diunduh pada tautan berikut :

http://journals.plos.org/plosntds/article?id=10.1371/journal.pntd.0006620