Program Aktuaria

Aktuaris adalah profesi langka yang belum banyak peminatnya. Sejak tahun 2014 atau ketika Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberlakukan aturan bahwa perusahaan asuransi wajib memiliki minimal tiga aktuaris, profesi ini mulai dikenal. Seseorang dengan profesi ini mampu mengukur dan menghitung dampak finansial atas kejadian tak tentu di masa mendatang, terutama yang menyangkut masalah risiko, dengan menggunakan ilmu:

Umumnya, aktuaris bekerja di industri keuangan, seperti perusahaan asuransi dan dana pensiun. Selain menguasai ilmu keuangan dan ekonomi, seorang aktuaris pun dituntut piawai dalam berkomunikasi. Seseorang yang berprofesi aktuaris di Indonesia akan tergabung dalam Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI). Lembaga ini berdiri sejak 1964 dan baru memiliki sekitar 600 anggota. Padahal kuota aktuaris di Indonesia yang diperlukan berjumlah lebih dari 1000.

Untuk menjadi aktuaris setingkat ajun (Associate of the Society of Actuaries of Indonesia / ASAI), seseorang harus lulus tujuh mata ujian, yaitu:

  1. A10 – Matematika Keuangan
  2. A20 – Probabilitas dan Statistika
  3. A30 – Ekonomi
  4. A40 – Akuntansi
  5. A50 – Metode Statistika
  6. A60 – Matematika Aktuaria
  7. A70 – Teori Risiko

Untuk menjadi aktuaris setingkat fellow (Fellowship of the Society of Actuaries of Indonesia / FSAI), ia harus lulus 3 mata ujian lanjutan.

Seorang mahasiswa Program Aktuaria UNPAR akan dibekali dan dibimbing oleh para dosen yang kompeten dalam bidangnya. Keunggulan kuliah di UNPAR, yakni:

Selain itu, Program Studi Matematika UNPAR juga bekerja sama dengan lembaga-lembaga: 

1. Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI)

Selain dari silabus yang sesuai kurikulum PAI, kelulusan mata kuliah dengan standar nilai tertentu dapat disetarakan dengan 4 mata ujian PAI, yaitu:

2. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)

Terdapat kesempatan BEASISWA dari AAJI. Penerima beasiswa ini pun akan direkrut oleh perusahaan mitra AAJI setelah lulus kuliah dari UNPAR. Terdapat juga kesempatan magang (internship) untuk mahasiswa tingkat akhir.

3. Risk Management, Economic Sustainability and Actuarial Science Development in Indonesia (READI) Project

Pemerintah Kanada memberikan inisiatif untuk meningkatkan jumlah aktuaris yang tergolong sangat minim di Indonesia yakni dengan membuat READI Project. Melalui project ini, dosen dari universitas-universitas rekanan diasah kemampuannya melalui berbagai workshop sehingga dosen dapat mengajar lebih baik. Selain itu, terdapat kesempatan BEASISWA bagi para mahasiswa berprestasi di universitas rekanan, termasuk UNPAR. 

Para alumni UNPAR telah bekerja di perusahaan-perusahaan asuransi terkemuka di Indonesia. Beberapa di antara mereka pun telah menyandang gelar FSAI:

  1. Valensia Huang, S.Si, FSAI (angkatan 2009) sebagai Actuarial Assistant Manager di Astra Aviva Life, Indonesia
  2. Nikodemus Ronaldo Kevin Parasian Bako, S.Si (angkatan 2012) sebagai Actuarial Science Postgraduate Student di University of Leicester, UK
  3. Antonius Marcel, S.Si, FSAI (angkatan 2013) sebagai Asset-Liability Management Analyst di Sun Life Financial, Indonesia
  4. Maria G. Hadinata, S.Si (angkatan 2015) sebagai Actuarial Studies Postgraduate Student di University of New South Wales, Australia

Untuk pendaftaran mahasiswa baru, dapat klik tautan berikut ini:

PENDAFTARAN MAHASISWA BARU